Senin, 17 November 2025

Pengalaman Kuliah

 



Assalamualaikum Wr. Wb.

Halo teman-teman, perkenalkan saya Siska Fitria, mahasiswa UID semester 3 Prodi Pendidikan Agama Islam. Saya ingin berbagi perjalanan singkat tentang bagaimana akhirnya saya bisa berada di titik ini.

Awalnya saya tidak memiliki rencana untuk kuliah. Namun, menjelang akhir semester sekolah ketika di pondok, orang tua saya menelpon dan menyarankan agar saya melanjutkan pendidikan. Dari situ, saya mulai mempertimbangkan dan akhirnya memilih masuk UID. Orang tua saya pun meminta agar saya tetap mondok daripada ngekos, dan akhirnya saya tetap mondok sambil kuliah. Jujur, pada saat itu perasaan saya campur aduk antara sedih, bangga, terharu, karena saya bisa sampai pada titik di mana saya mampu melanjutkan pendidikan, sehingga saya harus beradaptasi di dua lingkungan sekaligus yaitu kampus dan pesantren.

Saya mengikuti kegiatan tamada (Ta'aruf Mahasiswa Darussalam) selama 3 hari 2 malam dan oshika (Ospek Jurusan). Dari kegiatan itu, saya mendapatkan banyak hal baru, teman baru, pengalaman baru dan juga pelajaran yang sangat berarti. Memasuki dunia perkuliahan, saya cukup kaget dan bingung karena harus menyesuaikan diri dengan budaya belajar baru. Apalagi sebelumnya saya berasal dari jurusan Tata Busana, lalu beralih ke PAI. Tetapi Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa dan menikmati prosesnya.

Di tengah perjalanan kuliah, saya mulai tertarik untuk mengikuti organisasi. Saya adalah tipe orang yang suka bertemu orang baru dan ingin menambah pengalaman. Namun, ada sebagian orang bilang organisasi itu melelahkan juga menyulitkan, tetapi bagi saya organisasi itu kembali kepada bagaimana kita memanfaatkannya. Alhamdulillah dengan berorganisasi saya banyak belajar dan membuat diri saya berkembang, seperti menjadi MC, moderator, mengenal karakter orang, dan mengasah keberanian dan masih banyak lagi.

Namun perjalanan ini tidak selalu mulus. Ada masa di mana saya hampir menyerah. Awalnya saya berharap mendapatkan beasiswa, tetapi qadarullah saya tidak mendapatkannya dan harus membayar kuliah secara mandiri. Saat itu saya sangat ragu untuk melanjutkan. Tetapi orang tua saya selalu menenangkan, meyakinkan, dan mendukung. Mereka berkata, “Terusin saja kuliahnya, masalah biaya serahkan kepada Allah.” Dari situ saya merasa sangat bersyukur memiliki orang tua yang begitu tulus mendukung pendidikan anaknya. Tetapi di sisi lain, saya juga merasa sedih karena saya belum bisa membahagiakan mereka dan justru masih sering merepotkan. Namun insyaAllah, dengan izin Allah, saya berharap suatu saat bisa membalas kebaikan orang tua saya meski tidak sepenuhnya, tetapi setidaknya bisa membahagiakan mereka.

Itulah sedikit perjalanan kuliah saya hingga saat ini. Semoga teman-teman yang membaca selalu dalam lindungan Allah, diberikan kesehatan, dimudahkan dalam segala urusan, dan Semoga kita semua dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu sehingga menjadi kebanggaan orang tua.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Lemon